Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday140
mod_vvisit_counterThis week1518
mod_vvisit_counterThis month15199
mod_vvisit_counterAll377970

Your IP: 54.144.205.182
Now: 2017-02-28 05:43

iJakarta Luncurkan Gerakan Publik “Baca Buku Bareng”

untuk Tingkatkan Budaya Baca Masyarakat

Aplikasi Perpustakaan Digital Warga Pertama yang Terintegrasi dengan Media Sosial

 

Jakarta, 17 Mei 2016 – Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, iJakarta sebagai pelopor aplikasi perpustakaan digital berbasis sosial media yang pertama di Indonesia meluncurkan gerakan publik “Baca Buku Bareng” didukung oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Smart City, Perpustakaan Nasional RI dan Yayasan Nusa Membaca. Gerakan ini dirancang untuk mengajak warga berperan aktif meningkatkan minat baca melalui iJakarta untuk merealisasikan visi Jakarta Smart City.

 

“Buku merupakan sumber pengetahuan dan informasi. iJakarta dirancang agar akses terhadap buku dan literatur pustaka lainnya menjadi lebih mudah dengan bantuan teknologi. Sementara gerakan publik ‘Baca Buku Bareng’ mengundang partisipasi aktif seluruh pihak untuk mewujudkan budaya literasi yang lebih baik secara umum,” ujar Tinia Budiati, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta.

 

Gerakan “Baca Buku Bareng” sendiri merupakan kegiatan publik untuk membaca buku, mendiskusikan buku yang dibaca, dan berbagi buku digital dari warga untuk warga melalui iJakarta. Melalui gerakan ini, publik juga dapat memiliki perpustakaan (ePustaka) di iJakarta dengan koleksi buku sesuai dengan tema yang diinginkan dan bisa dipinjam oleh warga lain setelah menjadi anggota. Melalui iJakarta, warga pun dapat memberikan referensi buku yang menarik, memberi umpan-balik, membangun dialog dan lebih jauh bahkan dapat menjadi ruang untuk mempublikasikan hasil karya tulis pelajar atau penulis awam lainnya.

 

Keikutsertaan dalam program ini dapat dilakukan oleh individu, penulis, penerbit, tokoh masyarakat, komunitas maupun institusi/organisasi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Untuk mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, gerakan ini telah mengagendakan berbagai kegiatan menarik sepanjang tahun 2016, seperti bedah buku, temu penulis, forum diskusi tentang literasi, lomba menulis dan sebagainya.

 

Sopan Adrianto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mengatakan “Saat ini, Indonesia berada pada index 0,001 - artinya dari seribu penduduk, hanya ada satu orang yang memiliki minat baca yang tinggi (UNESCO, 2011). Dalam hal kemampuan literasi, fakta tersebut telah mendorong Provinsi DKI Jakarta mendeklarasikan diri sebagai provinsi literasi dan mengimplementasikan sejumlah program guna meningkatkan minat baca dan tulis peserta didik, termasuk melalui iJakarta dan gerakan ini”. Sopan juga menekankan bahwa Hari Pendidikan Nasional, Hari Buku Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum yang tepat untuk menggugah seluruh warga Jakarta untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

 

iJakarta sendiri lahir didorong tren penggunaan media sosial yang begitu masif di kalangan generasi muda, dimana Jakarta sendiri dinobatkan oleh Facebook dan Twitter sebagai salah satu kota dengan warga yang paling aktif menggunakan media sosial. Sulasmo Sudharno, founder iJakarta, menjelaskan, “iJakarta memadukan potensi dan kegemaran warga Jakarta berkegiatan di dunia