Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday140
mod_vvisit_counterThis week1518
mod_vvisit_counterThis month15199
mod_vvisit_counterAll377970

Your IP: 54.144.205.182
Now: 2017-02-28 05:42

Kesan kumuh karena kurang terawat sepertinya sudah sama sekali hilang, ketika kita menginjakkan kaki di gedung perpustakaan yang ada di kota Jakarta. Tak terkecuali Gedung Perpustakaan dan Arsip di  Jakarta Barat.

Terletak di Jalan Tanjung Duren Barat No.36, Kecamatan Grogol Petamburan, Kelurahan Duri Kepa, gedung perpustakaan ini berdiri megah layaknya sebuah kantor pemerintan. Areal halaman yang luas, asri dan aman, membuat pengunjung tidak perlu ragu lagi memarkirkan kendaraannya untuk waktu lama. Pihak perpustakaan sendiri menetapkan areal tersebut dapat digunakan untuk kegiatan pameran dan bazar.

Di lantai 1 gedung yang bernama lengkap Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Barat ini, terdapat ruang koleksi buku anak dan tempat bermain. Ruang koleksi buku anak ditata sedemikian rupa, lengkap dengan meja dan kursi berwarna-warni. Pengunjung anak-anak yang umumnya usia sekolah dasar, terlihat nyaman membaca buku apa saja yang mereka gemari, bahkan sambil bersenda gurau. Mereka mengunjungi perpustakaan setelah pulang sekolah.


Tepat di depan ruang koleksi buku anak, terdapat tempat bermain anak berusia dibawah 5 tahun. Dengan desain yang penuh warna, dan keamanan yang terjamin, anak-anak balita dapat sepuasnya bermain di areal itu, sambil membaca atau hanya sekedar melihat-lihat koleksi buku dongeng bergambar yang tertata rapi didalamnya.

Sementara di belakang ruang koleksi buku anak, juga terdapat ruang permainan anak yang berisi beragam mainan yang juga ditujukan untuk anak-anak usia balita. Semua fasilitas tersebut bebas digunakan, meski tetap harus dengan pengawasan orang tua mereka.

 

 

 


Naik ke lantai 2, terdapat ruang koleksi buku umum yang dijaga oleh beberapa orang petugas. Setiap pengunjung yang akan memasuki ruang tersebut, wajib melepaskan alas kakinya dan menyimpannya di rak yang telah disediakan. Setelah masuk dalam ruangan, pengunjung bisa langsung meminta kunci loker kepada petugas, untuk menyimpan tas atau barang bawaan. Peraturan ini diberlakukan semata-mata demi kenyamanan pengunjung.

Dalam ruang koleksi buku umum, pengunjung bebas memilih ingin membaca sambil duduk di kursi atau di atas karpet. Kebanyakan remaja usia SMP dan SMA yang datang berkelompok, memilih membaca sambil duduk bahkan tidur-tiduran diatas karpet. Koleksi buku di perpustakaan ini tergolong lengkap, baik buku fiksi maupun nonfiksi. Ada pula koleksi referensi yakni buku-buku rujukan seperti ensiklopedia, kamus, direktori perpustakaan, bibiolografi daerah, serta surat kabar dan majalah.


Di KPAK Jakarta Barat,  juga terdapat koleksi khusus Jakarta yang berisikan koleksi tentang sejarah, budaya dan hasil-hasil pembangunan di Jakarta dalam bentuk buku, kaset, CD/VCD/DVD, serta koleksi cetak, rekam dan audio visual yang memuat bahan bacaan.

Selain memberikan layanan perpustakaan, perpustakaan yang gedungnya rampung direnovasi total sejak 2012 ini, juga memiliki layanan pengelolaan arsip yang memadai. Tempat penyimpanan arsip dan layanan pencarian serta peminjamannya, terletak di lantai 4 berstandar internasional dengan kemampuan tahan api dan gempa bumi untuk memfasilitasi, khususnya kebutuhan UKPD wilayah kota administrasi Jakarta Barat. Layanan kearsipan menggunakan sarana multimedia elektronik, meliputi pengelolaan sampai dengan pemunculan data fisik arsip/dokumen, yang diupayakan untuk percepatan dan optimalisasi pelayanan public.

 

Di tahun 2015, KPAK Jakarta Barat juga telah melakukan digitalisasi arsip keluarga, dalam rangka penyelamatan arsip di wilayah-wilayah maupun pemikiman rawan kebakarn, seperti Rusun Besakih Daan Mogot, Rusun Cengkareng, dan Rusun Tambora.

Pelaksanaan digitalisasi arsip secara gratis  itu termasuk dalam program kearsipan yang sedang dijalani BPAD DKI Jakarta. Melalui program ini, warga bisa memanfaatkan pelayanan copy digital beragam arsip penting miliknya dan keluarganya. Jika mereka sudah memiliki arsip cadangan (back up data) dalam bentuk digital, maka apabila arsip asli hilang, terbakar maupun hanyut terkena banjir, akan lebih mudah untuk mengurusnya.

 

 

 

“Semakin lengkap dan terpenuhinya fasilitas perpustakaan dan arsip di masa mendatang, warga akan kian tertarik mengunjungi perpustakaan.” Itulah yang menjadi harapan Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi, yang mungkin mewakili harapan seluruh masyarakat Jakarta. Untuk itu, fasilitas serta sarana prasarana perpustakaan harus terus ditingkatkan, agar minat baca masyarakat juga meningkat, sehingga mampu menghasilkan SDM yang lebih baik. (DN)