Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday140
mod_vvisit_counterThis week1518
mod_vvisit_counterThis month15199
mod_vvisit_counterAll377970

Your IP: 54.144.205.182
Now: 2017-02-28 05:42

Dari tahun ke tahun pertumbuhan perpustakaan masyarakat atau TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di wilayah Jakarta Pusat, terus mengalami peningkatan. Kantor Perpustakaan dan Arsip kota adminstrasi Jakarta Pusat mencatat, pada tahun 2015 jumlah perpustakaan masyarakat (TBM) mencapai 54 atau bertambah 14 dari jumlah sebelumnya yakni 40 TBM.

KPAK Jakarta Pusat sendiri menyediakan layanan buku paket ke perpustakaan TBM per 3 bulan. Data KPAK Jakarta Pusat menyebutkan, pada tahun 2011 TBM berjumlah 12, kemudian meningkat di tahun 2011 dan 2012 menjadi 19 TBM, selanjutnya pada 2013, terdapat penambahan 17 TBM lagi hingga menjadi 36 TBM.

Pembinaan dan pelayanan KPAK Jakarta Pusat terhadap perpustakaan masyarakat merupakan salah satu dari tugas dan fungsi KPAK, yakni mendukung pengembangan minat baca di kalangan masyarakat, baik dewasa, remaja maupun anak-anak. Dalam melaksanakan upaya tersebut, KPAK Jakarta Pusat menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk menarik minat berkunjung masyarakat. Selain ruangan baca dewasa, remaja dan anak-anak yang bersih, rapi dan nyaman, juga terdapat fasilitas seperti ruang serbaguna, Theater Mini dan Learning Park. Sama seperti KPAK di wilayah lain di DKI Jakarta, KPAK Jakarta pusat yang beralamat di Jalan Tanah Abang I, Kebon Jahe ini,  juga memberlakukan jam layanan perpustakaan adalah pukul 09.00 – 20.00 WIB setiap harinya, kecuali Hari Libur Nasional.

Selain menyediakan buku-buku untuk kebutuhan perpustakaan masyarakat, KPAK Jakarta pusat kini telah memiliki koleksi puluhan ribu eksemplar buku. Berdasarkan data 2014, jumlah buku yang disimpan sudah mencapai 68.271 eksemplar. Jumlah tersebut sebanding dengan jumlah pengunjung dan jumlah anggota perpustakaan di tahun yang sama. Pada tahun 2014, jumlah pengunjung dewasa adalah 40.953 dan 73.530 anak, sementara jumlah anggota mencapai 503 dewasa dan 190 anak. Di tahun 2015, buku yang paling digemari atau lebih banyak dipinjam adalah buku fiksi.


Semakin banyak anak-anak yang memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana untuk menggali ilmu dan pengetahuan, akan membawa perkembangan positif terhadap minat baca mereka. Seperti diungkapkan Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Fahmi yang menegaskan bahwa budaya rajin membaca harus ditanamkan terhadap anak usia dini. Sebab, ilmu yang didapat dari membaca akan membentuk kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.

Terlebih lagi, menurut Fahmi, kemajuan teknologi dan informasi sangat pesat di era globalisasi saat ini, sehingga sangat diperlukan pengetahuan dan kecerdasan yang bisa mengimbangi untuk menerima perkembangan zaman. “Jadi jangan hanya anak-anak, para guru harus professional dalam mengkreasikan model dan proses pembelajaran untuk kemajuan belajar anak didik. Karena perkembangan kurikulum terus menerus mengalami penyempurnanya,”tandasnya saat membuka Hari Anak Jakarta Membaca (Hanjaba) 2015 di KPAK Jakarta Pusat, Selasa (11/8).

Event Hanjaba, diperingati setiap tahun di KPAK Jakarta Pusat. Dalam acara tersebut, diadakan berbagai perlombaan seperti menggambar untuk siswa SD, meringkas untuk siswa SMP, creative writing dan bercerita bagi siswa SMA, serta story telling. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi Jakarta Pusat Istaryatiningtias mengharapkan dengan adanya peringatan Hanjaba, minat anak Jakarta untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dari membaca, bisa lebih tinggi lagi. “Kegiatan Hanjaba tahun 2015 bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat baca dikalangan anak-anak peserta didik dan pendidik, agar bisa mengekspresikan talenta sesuai bakat dan minat siswa,”ujarnya.

Dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan membaca masyarakat, KPAK Jakarta Pusat menyediakan berbagai jenis pelayanan, diantaranya layanan perpustakaan stationary, layanan perpustakaan keliling di sejumlah titik, layanan asistensi penataan arsip, layanan penyimpanan/penitipan arsip untuk UKPD, serta layanan peminjaman arsip. KPAK Jakarta Pusat juga memanfaatkan hari libur dengan menggelar pelayanann perpustakaan di Monas dan Taman Menteng, setiap hari minggu. Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, KPAK Jakarta Pusat berencana melakukan pendampingan layanan perpustakaan keliling di lokasi bencana (penampungan) mulai tahun 2016. (DN)