Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday49
mod_vvisit_counterThis week453
mod_vvisit_counterThis month13138
mod_vvisit_counterAll357421

Your IP: 54.204.95.166
Now: 2017-01-23 03:14

Jakarta, BPADJAKARTA.NET – Pada hari Senin, 29 Desember 2014, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan ceramah umum di Gedung Depo Arsip Pulomas lantai 8. Topik yang diangkat pada ceramah kali ini adalah mengenai “Revolusi Mental Sekarang Juga”, yakni sebuah bahasan mengenai pembentukan mental sehat agar hidup lebih tertib dan teratur yang berdampak pada kemajuan negara.

Pembicara pada ceramah kali ini adalah Dr. Dody Susanto. Beliau adalah Direktur Institut Kebugaran Mental Publik. Selain itu, beliau juga tercatat di rekor MURI sebagai warga negara yang paling banyak mengikuti kegiatan kepancasilaan.

Ceramah dibuka pada pukul 10.30 oleh sambutan Kepala BPAD Provinsi DKI Jakarta, H. Agus Suradika. Beliau mengatakan bahwa ceramah ini diharapkan dapat memberikan nilai-nilai bermanfaat yang nantinya dapat diterapkan oleh pegawai BPAD untuk meningkatkan kinerjanya.

Dr. Dody Susanto menyampaikan bahwa mental bangsa kita telah dirusak karena perilaku konsumtif. Semakin banyak mall yang dibangun dibanding jumlah perpustakaan yang ada. Kita bisa melihat ke mana anak-anak dibawa oleh orang tua mereka saat akhir pekan, tentu kebanyakan ke mall. Sementara itu, berapa banyak anak-anak yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat untuk hiburan yang tentunya menambah ilmu pengetahuan.

Telah lama bangsa kita terjangkit oleh konsumerisme. Masyarakat melakukan belanja materi terus menerus, namun minim belanja pengalaman dan pengetahuan karena yang terus menerus disuguhi adalah pusat perbelanjaan, bukan perpustakaan. Dalam hal ini, untuk mewujudkan revolusi mental, BPAD Provinsi DKI Jakarta mempunyai peranan yang penting, yakni dalam hal kesadaran literasi masyarakat.

“Untuk merangsang indeks membaca masyarakat, kita tidak harus menunggu masyarakat datang ke perpustakaan. Akan tetapi, kita yang harus berperan aktif bagaimana menghadirkan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat.”

Perpustakaan merupakan pusat peradaban suatu bangsa. Maka dari itu, perpustakaan harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dr. Dody Susanto juga menyampaikan materi tentang ciri-ciri orang bahagia dan bagaimana menjadi orang yang hidup berbahagia. Dalam penyampaian materinya, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan indeks kebahagiaan hidup. (Selvia)