Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday49
mod_vvisit_counterThis week453
mod_vvisit_counterThis month13138
mod_vvisit_counterAll357421

Your IP: 54.204.95.166
Now: 2017-01-23 03:13

Boyolali - Sebuah buku cerita berjudul ‘Sepocong Kisah Online’, mulai hari ini, Selasa (23/12) ditarik dari koleksi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Boyolali. Penarikan buku itu berdasarkan surat edaran dari Perpustakaan Provinsi karena di dalamnya ada unsur pornografi.

Buku berjudul Sepocong Kisah Online termasuk koleksi perpustakaan keliling beredar di Sekolah Dasar (SD). Ada beberapa halaman diketahui menceritakan hal-hal menjurus ke arah pornografi, yakni halaman 46, 47, 44, 45, 42, 43, 40, 41, 38, 39.  Salah satu dari halaman menceritakan seorang kakek saat itu sakit dan ingin mencium bendera. Ternyata setelah dicari tak ada bendera di rumah sakit itu.

Tiba-tiba ada seorang suster datang dan menyatakan memiliki gambar bendera dicari kakek di salah satu bagian tubuhnya. Akhirnya agar sembuh sang kakek mencium tato bendera di bagian pantat suster itu.

“Ceritanya memang lucu, tapi tidak pantas untuk dibaca oleh anak-anak,” terang Kepala Perpustakaan Umum Daerah Boyolali, Bambang Suratno.

Sementara dari sejumlah buku beredar, baru satu buku ditemukan. Perpustakaan berencana mencari satu buku lagi di dalam mobil perpustakaan keliling dan dikembalikan ke provinsi.

“Satu buku lagi akan dicari, tidak dipinjam bukunya paling berada di sekitar mobil,” terang dia.

Disinggung soal apakah sebelumnya pihak perpustakaan mengecek adanya cerita porno di buku itu, Suratno mengatakan baru mengetahuinya sejak ada surat edaran dari provinsi. Bambang Suratno mengatakan buku bantuan dari pemerintah nasional itu di-drop ke Perpusda sejak 2012 lalu.

“Para pembaca di Boyolali mungkin sudah ada yang membacanya, tapi tidak tahu dampaknya,” terang dia.(timlo.net)