Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday49
mod_vvisit_counterThis week453
mod_vvisit_counterThis month13138
mod_vvisit_counterAll357421

Your IP: 54.204.95.166
Now: 2017-01-23 03:14

Pangkalan Bun, Kesuksesan Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam menarik minat masyarakat untuk membaca, belajar di perpustakaan daerah, menuai berbagai macam pujian di acara Jelajah PerPuseru di halaman KPAD Kobar, Kamis (11/12). Pasalnya, KPAD bukan sekedar tempat membaca. Namun banyak menumbuhkan komunitas dari kalangan masyarakat.

Pujian-pujian itu mengalir tak hanya dari mitra kerjanya, dari Coca-Cola Foundation Indonesia. Namun juga dari berbagai kalangan masyarakat. Baik itu guru, pelajar, para penikmat buku, bahkan dari pihak pengelola perpustakaan daerah yang berasal dari kabupaten lain di Kalimantan Tengah.

Dipandu oleh Program Advocacy Manager PerpuSeru Coca-Cola Foundation Indonesia Triyono, dalam talkshow bersama Kepala KPAD Kobar Safwan, Bupati Kobar Ujang Iskandar, Capacity Building Officer PerpuSeru Coca-Cola Foundation Indonesia Endah Sulvitasari, Sahabat Perpuseru Charles Bonar Sirait,  Pustakawan Muda Kobar Linna Diana. Para hadirin dan undangan Jelajah PerpuSeru menyampaikan pujian dan apresiasi yang tinggi atas pengelolaan perpustakaan daerah.

Salah satunya dari perwakilan perpustakaan daerah Kabupaten Pulang Pisau. Mardiyana, salah seorang pustakawati perpustakaan daerah Pulang Pisau, dalam talkshow bersama Charles Bonar Sirait, Kamis siang itu mengaku iri atas maju dan berkembangnya perpustakaan daerah di Kobar. Padahal menurutnya, perpustakaan daerah di Pulang Pisau telah berbentuk badan, bukan kantor seperti di Kobar.

“Terus terang kami datang jauh-jauh ke sini untuk melihat dari dekat, bagaimana sih perpustakaan daerah di Kobar yang katanya terbaik itu. Rupanya di Kobar jauh berkembang meskipun masih kantor. Kami berharap Coca-Cola Foundation International juga mau ke kabupaten kami. Biar di tempat kami perpustakaan daerahnya bisa seperti di Kobar,” ujar Mardiyana, Kamis (11/12).

Program Advocacy  Manager  PerpuSeru Coca-Cola Foundation Indonesia, Triyono juga menyampaikan, KPAD Kobar sudah melampaui batas dan dianggap menyimpang secara positif dari harapan-harapan bagaimana seharusnya perpustakaan daerah dikelola. Ia mengaku sangat terkesan pengelolaan KPAD Kobar. Dengan dana yang sedikit, KPAD Kobar mampu berkembang sangat jauh. Sekarang giliran KPAD Kobar yang harus membimbing perpus lain di desa kelurahan di seluruh Kobar.

Kepala KPAD Kobar, Safwan, mengaku bersyukur acara Jelajah PerpuSeru bersama ‘Coca-Cola Foundation’ ini dapat terselenggara. Acara ini menurutnya merupakan bagian dari upaya untuk menarik minat masyarakat datang ke KPAD. Pihaknya ingin menularkan virus positif kepada perputakaan daerah lain. Yakni untuk tidak terlalu mempermasalahkan dana anggaran yang sedikit untuk mengelola perpustakaan. Namun sebagaimana mungkin berupaya menunjukkan kemampuan dan menyelaraskan diri dengan segala kegiatan pemerintah daerah.

“Secara pribadi, saya tidak merasa perlu mementingkan apakah lembaga ini berbentuk kantor atau badan. Yang penting bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin dengan dana seadanya bersinergi dengan kegiatan daerah,” tutup Safwan, Kamis (11/12).

Sumber: kabarindonesia.com