Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday49
mod_vvisit_counterThis week453
mod_vvisit_counterThis month13138
mod_vvisit_counterAll357421

Your IP: 54.204.95.166
Now: 2017-01-23 03:13

Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikbud), Anies Baswedan, mengatakan, minat baca di kalangan masyarakat perlu dipupuk dari lingkungan terdekatnya. Oleh karena itu, dia menyarankan RT/RW membuat jam belajar di wilayahnya.

"Pertama itu gurunya, gurunya harus punya minat baca. Orang tuanya harus punya minat baca. Lalu anak-anaknya diajak punya minat baca. Lalu bagi masyarakat di komunitas yang RT/RW, buatlah jam belajar, jam membaca," kata Anies di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (19/12).

"Jadi jangan hanya nonton tv, tapi jam baca digalakkan. Kalau RT/RW bersemangat mengemban itu insya Allah yang lain-lain akan bersemangat," imbuhnya.

Pencetus gerakan Indonesia Mengajar ini menilai, ketersediaan buku di daerah-daerah terpencil bukan hambatan dalam menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat.

"Kalau ada kemauan, buku bisa dikirim dari mana saja, ke mana saja. Jadi begitu ada kemauan anda akan bisa cari buku. Barang bisa dikirim dengan mudah. Bahkan buku yang lain juga mudah," imbuh Anies.

Anies meminta masyarakat untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan di daerah-daerah agar minat baca meningkat. "Perpustakaan-perpustakaan di daerah banyak, bisa dimanfaatkan," tutup Anies.(merdeka.com)