Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday49
mod_vvisit_counterThis week453
mod_vvisit_counterThis month13138
mod_vvisit_counterAll357421

Your IP: 54.204.95.166
Now: 2017-01-23 03:15

MEDAN – USAID PRIORITAS mempromosikan tumbuhnya budaya membaca di tingkat pendidikan dasar. Promosi ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan minat membaca bagi pelajar Indonesia. Semakin baik keterampilan siswa membaca, maka semakin baik pula kemampuannya menalar pembelajaran.

”Kemampuan literasi atau membaca siswa di pendidikan dasar, sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar siswa tersebut di kelas selanjutnya,” tutur Provincial Communication Specialist USAID PRIORITAS Sumatera Utara Erix Hutasoit di Medan, hari ini.

Erix mengatakan membaca masih menjadi budaya asing di sekolah. Banyak sekolah bahkan tidak mempunyai program membaca. Laporan UNESCO pada tahun 2012 menyebut hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang punya minat baca serius.

“Rendahnya minat baca ini juga disebabkan minimnya dukungan buku-buku bacaan yang menginspirasi dan bermutu. Itu sebabnya kami menghibahkan sekitar 10.800 eksemplar buku untuk 72 sekolah mitra kami di Medan, Nias Selatan dan Labuhanbatu,” tambahnya.

Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar mengapreasi hibah buku dari USAID PRIORITAS. Tigor optimis buku bacaan dan sains tersebut akan menambah minat baca siswa.

“Selanjutnya, gunakanlah buku-buku ini semaksimal mungkin untuk anak kemanakan kita di sekolah. Jadi, mari kita latih pola fikir anak kemanakan kita sehingga bisa menghasilkan anak-anak didik yang lebih baik dari kita,” ajaknya.

Sumber: waspada.co.id