Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday530
mod_vvisit_counterThis week1183
mod_vvisit_counterThis month10596
mod_vvisit_counterAll373367

Your IP: 54.146.176.30
Now: 2017-02-20 22:35

Jakarta, BPADJAKARTA.NET - Jakarta telah melalui berbagai macam peristiwa seni dan kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi roda kehidupan masyarakat Jakarta. Sayangnya, berbagai peristiwa itu banyak yang dibiarkan berlalu begitu saja, lalu lupa. Apalagi mengingat bahwa pendokumentasian peristiwa-peristiwa seni budaya tidak dilakukan dengan baik.

Sebagai bentuk usaha mengumpulkan dan memutar ulang dokumentasi peristiwa seni budaya Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta 2014 di area pelataran gedung Teater Jakarta pada tanggal 16-20 Desember 2014. Acara tersebut menampilkan hal-hal yang berkaitan dengan seni budaya yang dianggap penting untuk disajikan kembali.

Meski namanya adalah kaleidoskop 2014, yang ditampilkan dalam acara tersebut bukan hanya peristiwa seni budaya yang berlangsung pada tahun 2014 saja. Akan tetapi, acara tersebut merekam peristiwa seni budaya mulai dari tahun 70-an hingga kini. Memang tidak semua hal-hal yang berkaitan dengan seni budaya pada kurun waktu tersebut dapat ditampilkan. Hanya beberapa hal saja yang telah dipilih oleh kurator acara tersebut untuk ditampilkan.

 

Dalam Kaleidoskop Seni Budaya 2014, terdapat rangkaian acara yang menarik, seperti penampilan dari Teater Ider-Ideran yang membawakan naskah Ngomongayam karya Embie C. Noer. Teater yang mengusung konsep teater keliling atau teater jalanan ini lahir dari perkumpulan Teater Ketjil bentukan ayahnya, Arifin C. Noer, pada tahun 1968.

Selain itu, ada pula penampilan empat kelompok musik eksperimental. Program musik eksperimental sebelumnya diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang berhasil melahirkan kelompok rythem section music KPJ Lebak Bulus pada tahun 2009. Kelompok musik eksperimental ini telah eksis mengisi berbagai acara di hotel, cafe, stasiun televisi, hingga pentas luar negeri.

Selain pertunjukan teater dan musik, masih ada banyak lagi yang mengisi acara Kaleidoskop Seni Budaya Jakarta 2014, seperti pertunjukan tari, monolog, wayang, dan sebagainya. Selain itu, terdapat pameran artefak seni budaya yang menampilkan berbagai benda yang terkait dengan peristiwa seni budaya, seperti poster-poster pementasan teater, properti teater, dan lain-lain. Di sekitar area pelataran Teater Jakarta ada juga bazar kuliner dan pernak-pernik kerajinan.

Dalam pembukaan yang berlangsung pada tanggal 16 Desember 2014 pada pukul 19.30, kurator pameran Kaleidoskop Seni Budaya 2014, Ari Batubara, memberikan sambutan.

"Selama ini mungkin kita abai terhadap artefak seni budaya, misalnya benda- benda yang digunakan dalam seni pertunjukan. Padahal benda-benda tersebut termasuk peninggalan sejarah seni. Untuk itulah di sini kami mengumpulkan kembali benda-benda tersebut untuk dipamerkan," Ungkapnya.

Ari Budiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dalam sambutannya mengatakan, "Kita telah banyak kehilangan momen dan artefak seni budaya yang memiliki nilai sejarah. Bahkan terkadang, dalam keseharian kita lewatkan begitu saja. Untuk itulah, diharapkan acara ini dapat membuka kembali memori kita atas peristiwa seni bidaya yang telah terjadi." (Selvia)