Get Adobe Flash player

Cari Artikel

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday530
mod_vvisit_counterThis week1183
mod_vvisit_counterThis month10596
mod_vvisit_counterAll373367

Your IP: 54.146.176.30
Now: 2017-02-20 22:35

Bupati Kotawaringin Barat, H. Ujang Iskandar, Charles Bonar Sirait (sahabat PerpuSeru)dan sejumlah relawan PerpuSeru Kotawaringin Barat saat Talkshow Pengembangan Perpustakaan. (sumber: Beritasatu.com/Chairul Fikri)

Kotawaringin Barat - Perpustakaan di daerah identik dengan rak-rak tua dan berisi buku-buku usang. Namun sebuah program yang diberi nama PerpuSeru, membuat perpustakaan jadi tempat yang seru dan menyenangkan untuk menghabiskan waktu membaca buku.

PerpuSeru merupakan sebuah program kerjasama yang terjalin antara pihak Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dengan pihak Perpusatakaan daerah di beberapa daerah di Indonesia. Program tersebut memberikan peluang bagi perpustakaan untuk berkembang dan tidak hanya sebagai tempat peminjaman buku saja tapi juga membuat program pembinaan usaha kecil bagi masyarakat sekitar.

Hal itu seperti yang tergambar di perpustakaan daerah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan tengah yang dikunjungi oleh tim Beritasatu.com pada 10-11 Desember lalu.

"PerpuSeru ini adalah sebuah program sosial dari Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) untuk mengembangkan minat baca generasi muda Indonesia yang semuanya bisa didapatkan melalui buku-buku di Perpustakaan," ujar Triyono selaku Program Advocacy Manager PerpuSeru.

Lebih lanjut dijelaskan Triyono, fokus program jelajah PerpuSeru itu adalah perpustakaan daerah. Perpustakaan ini melahirkan kisah sukses dari beberapa pengunjung setia Perpusatakaan Daerah yang telah merasakan perubahan usai berkunjung di Perpustakaan.

Hal yang sama juga diungkapkan Bupati Kotawaringin Barat, H. Ujang Iskandar yang merasakan dampak program PerpuSeru. Menurutnya minat baca warga dengan adanya PerpuSeru ini jadi meningkat dan banyak program pemberdayaan masyarakat.

"Masyarakat yang gemar membaca ternyata lebih kreatif kini, bahkan kini ada yang menjual produk hasil karyanya melalui tekhnologi yang diajarkan diprogram PerpuSeru ini," ujar Ujang.

Di perpustakaan daerah Kota Waringin Barat sendiri kini telah tersedia 30 ribuan koleksi buku, 8 komputer dan laptop sebagai sarana pengembangan masyarakat. Juga terbentukunit-unit usaha kecil masyarakat (UKM) serta beberapa pelatihan dari berberapa komunitas pencinta Tekhnologi dan Informasi (Petik) dan komunitas fotografi.

Penulis: Chairul Fikri/MUT