Alice Munro, Cerpenis Kanada Pemenang Nobel Kesustraan 2013

alice munro

Jakarta, BPADJAKARTA.NET – Penulis asal Kanada, Alice Munro berhasil mendapatkan Nobel Kesusastraan tahun ini. Sekretaris Tetap Akademi Swedia, Peter Englund, dalam pengumumannya, Kamis (10/10/2013) menyebut Alice Munro sebagai “master cerita pendek kontemporer”.

Lahir di Wingham, Ontario, 10 Juli 1931, Alice Munro menulis sejak usia remaja. Sang ayah, Robert Eric Laidlaw, dikenal sebagai petani dan peternak sementara ibunya adalah guru sekolah di satu kota kecil.

Cerita pertamanya, ‘The Dimensions of a Shadow dipublikasikan pada 1950. Saat itu ia tengah menempuh kuliahnya di Jurusan Bahasa Inggris di University of Western Ontario.
Kumpulan cerpen pertama Alice Munro terbit pada tahun 1968, berjudul Dance of the Happy Shades, dan langsung memenangkan Governor General’s Award , sebuah penghargaan sastra tertinggi di Kanada.

Alice Munro short storyPada tahun 1978 Alice memenangkan penghargaan bergengsi tersebut untuk kedua kalinya berkat kumpulan cerpennya yang berjudul Who Do You Think You Are (di Amerika diterbitkan dengan judul The Beggar Maid: Stories of Flo and Rose). Pada tahun 2006 salah satu cerpennya yang berjudul A Bear That Come Over A Mountain diadaptasi menjadi film oleh Sarah Polley dengan judul Away From Her.

Pada 2009, Munro meraih Man Booker International Prize, penghargaan untuk karya sastra negara persemakmuran Inggris.

Alice Munro dikenal sebagai penulis cerita pendek namun tulisannya memiliki kedalaman, kearifan dan ketepatan seperti yang hanya dimiliki para novelis yang sudah menulis seumur hidup. Membaca karya-karya Alice Munro selalu terasa seolah kamu sedang mempelajari sesuatu yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehmu.” Pernyataan itu dilontarkan oleh panel juri Man Booker saat itu.

Kemenangan Alice Munro disambut gembira oleh para insan sastra yang sepertinya sudah lelah dengan buku-buku para pemenang nobel sebelumnya yang cenderung lebih berat, rumit, dan berbau politik. Karya-karya Alice disukai karena selalu membahas hal-hal yang sederhana, namun di saat yang sama berhasil menampilkan sifat manusia dengan cara terbaik. Selain itu, karyanya juga dinilai karena memiliki deskripsi yang sangat detil dan indah sehingga berhasil membuat kejadian sehari-hari menjadi sesuatu yang istimewa. Alice Munro adalah orang Kanada pertama  dan perempuan ketiga belas yang pernah memenangkan Nobel Prize.

Munro berhak menerima hadiah senilai delapan juta kronor atau kira-kira setara dengan 13,6 miliar rupiah sebagai hadiah pemenang nobel. (Pat vi)

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.
Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta
JL. Perintis Kemerdekaan No.1, Pulogadung, Jakarta Timur, 13260
Telp: (021) 47860095, Fax: (021) 47865922, Email: bpad@bpadjakarta.net
Hak Cipta © 2012 Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dilindungi oleh Undang-undang
n